Desain Pentas Sholawat dan Kemerdekaan

Desain Pentas Sholawat dan Kemerdekaan
Desain Pentas Sholawat dan Kemerdekaan

Alternatif Desain Pentas Sholawat dan Kemerdekaan
Alternatif Desain Pentas Sholawat dan Kemerdekaan

Tak terasa Indonesia Raya sudah berumur 73 Tahun, kali ini saya masih diberikan kesempatan untuk mendesain salah satu acara untuk merayakan HUT RI yang ke-73 ini. Semoga bermanfaat.

Kalian butuh desain beginian juga, segera hubungi kami dengan harga bersaing. hihi.

Cara Sukses Jual Desain di Society6

Cara Sukses Jual Desain di Society6
Cara Sukses Jual Desain di Society6
Banyak jalan menuju sukses, banyak jalan menuju rezeki, hal ini juga berlaku untuk para pekerja desain grafis. Desain grafis merupakan ilmu yang banyak sekali pengaplikasiannya. Dewasa ini desain grafis semakin banyak pengembangannya, bahkan bisa dibilang semua hal yang ada disekitar kita membutuhkan desain grafis. Sebut saja untuk mendesain dinding, jika dulu hanya hanya terpaku pada cat, sekarang dinding bisa diwarnai/dihias dengan benner yang desainnya hanya tinggal di-print sesuai keinginan.

Seiring semakin berkembangnya desain grafis, banyak bermunculan platform-platform digital yang menyediakan jasa cetak berbagai kebutuhan manusia milenial, mulai dari percetakan mug dengan desain sendiri, percetakan gantungan kunci, percetakan kaos dan lain sebagainya. Dan dengan munculnya platform-platform yang disebutkan tadi, banyak platform-platform penyedia jasa cetak yang bekerja sama dengan Desainer-desainer grafis, dimana hal ini dilakukan untuk memperbanyak stok karya di platform tersebut. Salah satu platform yang paling terkenal adalah Society6.

Society6 merupalkan platform marketplace desain grafis dimana jutaan orang desainer grafis turut andil dalam meramaikan platform ini. Setiap desainer akan mendapatkan bagi hasil dari setiap penjualan produk yang terjual di Society6, tentunya dengan desain yang telah dibuat oleh desainer.
Banyak sekali desainer Indonesia yang telah bergabung di Society6, ada yang sudah sukses besar ada pula yang masih gagal total. Untuk saya sendiri, Alhamdulillah, selama saya bergabung dengan Society6 telah cukup sukses (menurut ukuran saya). Untuk sahabt-sahabat yang ingin bergabung juga silahkan langsung berkunjung ke Society6.

Nah, untuk tulisan kali ini saya akan membahas tentang cara sukses jual desain kita di Society6. Kiat-kiat apa saja yang harus kita lakukan agar desain kita laris manis di pasar Internasional. Berikut saya paparkan satu persatu sesuai pengalaman saya selama kurang lebih 3 tahun bergabung di Society6.

Pertama, Buatlah desain yang banyak atau upload desain yang banyak, karena secara logika semakin banyak desain yang kita buat maka akan banyak link produk kita di Society6. Semakin banyak desain juga akan meningkatkan jumlah pilih klien dengan selera masing-masing, karena kita tahu, setiap klien pasti punya selera yang berbeda.

Kedua, Buatlah desain yang langka, buatlah desain yang masih belum dibuat oleh kebanyakan desainer yang ada di Society6 karena dengan demikian desain kita akan dilirik karena tidak membosankan atau jarang dipakai orang, selain itu jika kita membuat desain yang sudah popular kita akan bersaing dengan para desainer-desainer handal yang sudah tidak diragukan lagi di Society6, tapi jika anda siap bersaing dengan kualitas desain yang lebih OK saya rasa boleh-boleh saja untuk mengikuti desain popular di Society6.

Ketiga, Rajin-rajinlah share link produk anda di media sosial, karena dengan demikian akan banyak orang yang mengenal desain-desain anda, selain itu link anda di Society6 akan semakin terdeteksi mesin pencarian (Google, Bing, dll).

Keempat, Jangan lupa berdoa, sebab ikhtiar harus selalu diiringi doa, semoga kita semua diberikan kesuksesan oleh Tuhan Sang Maha Pemberi Rizki. Dan jangan lupa untuk terus tekun dalam keduanya, Ikhtiar-do’a-ikhtiar-do’a dan seterusnya.

Itu saja kiat-kiat yang bisa saya sampaikan pada para sahabat, semoga kita sama-sama sukses di Society6. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca, utamanya untuk para desainer grafis pemula yang biasanya sibuk mencari tempat-tempat untuk menjual desain-desainya. Dan saya rasa Society6 adalah tempat yang pas dan benar, karena saya telah membuktikan sendiri, Society6 benar-benar membayar para desainernya.

MELAWAN KLIEN INDONESIA

MELAWAN KLIEN INDONESIA
MELAWAN KLIEN INDONESIA

Menjadi seorang Desiner Grafis Freelance tentunya tidak akan lepas dari yang namanya Klien, tanpa klien menjadi seorang Freelancer akan terasa hampa, ya hampa, kita tidak akan merasakan gesekan sosial yang akan membuat kita lebih dewasa, lebih belajar lagi soal bagaimana menghadapi manusia.

Sebelum lebih jauh membahas soal klien ada baiknya kita memahami bersama maksud dari klien yang akan saya bicarakan pada tulisan ini. Klien pada tulisan ini adalah para konsumen yang memesan desain grafis sesuai kebutuhan mereka, baik itu artwork, desain kalender, desain pamphlet, desain kartu nama dan lain sebagainya.

Pada judul tulisan ini saya kaitkan dengan kata melawan, karena dalam tulisan ini saya memang ingin sekali melawan pada mereka, pada para klien yang saya batasi lingkungannya dengan kata Indonesia. Maksud melawan adalah sebagai ungkapan berlebihan saya atas segala kekecewaan saya pada sebagian klien dari Indonesia. Sebab mereka sangat amatlah berbeda dengan klien luar negeri (bukan Indonesia). Berikut saya paparkan beberapa contoh yang saya lalui selama menjadi seorang Freelancer Designer Graphic.

Jika di luar negeri hamper dipastikan tidak ada klien yang menawar, saya sudah sering menghadapi klien dari beberapa Negara, sebut saja Prancis, Jerman, Amerika dan lain-lain. Meskipun harga yang saya tetapkan sangat tinggi (menurut ukuran saya) tapi mereka tetap tanpa tawar, mereka sangat menghargai setiap karya yang saya buat. Beda halnya dengan klien Indonesia, dengan harga yang menurut saya sangat murah, setelah saya hitung waktu pengerjaannya, kuota data untuk pengiriman karya, belum lagi untuk mendapatkan ide yang memeras otak, mereka (klien Indonesia) sebagian masih banyak yang menawar itupun kadang menawar hingga 70%, luar biasa sekali klien Indonesia.

Tidak hanya itu, satu contoh lagi soal revisi desain, jika di luar negeri, hamper semua klien tidak pernah meminta revisi, paling banter revisi dua hingga tiga kali, itupun mereka mempunyai kesadaran untuk menambah ongkos per-revisi. Nah, untuk klien Indonesia, revisinya berkali-kali sampai lupa hitungan revisinya, TANPA ONGKOS REVISI, mungkin mereka menganggap computer tanpa listrik dan mengirim file bebas kuota data, mungkin.

Dan yang paling parah dari segala kejadian yang pernah saya alami adalah KLIEN KABUR, 100% klien luar negeri tidak ada yang kabur, tapi di Indonesia sudah berkali-kali klien kabur dengan mengambil file hasil desain yang masih ber-watermark, bahkan ada yang saya percaya adalah orang baik, justru mengambil file hasil desain tanpa watermark.

Dari tulisan ini saya harap semua klien Indonesia untuk sadar, jangan tipu kami, jangan permainkan kami, kami bukan mengharap UANG HAK KAMI KEMBALI, kami hanya ingin kalian sadar, kalian bangsa Indonesia, jangan permalukan bangsa ini dengan ulah ketidak-jujuran kalian, dengan kebiasaan cara berpasar anda yang kampungan.

Sekian curhatan ini, atas segala kata-kata yang kasar harap dimasukkan ke-hati, mohon maaf jika ada klien Indonesia yang baik, karena kami tidak sedang melawan anda yang baik, kami sedang melawan mereka yang kurang ajar, yang berpendidikan tapi tak terdidik, maling kecil yang merusak keadaban bangsa ini. Salam Hormat, Bung Topek.